Aug 20, 2020 - 22:27
pb1
post image

Mengapa Nasib Buruk Mendatangi Kita?


Apa kabar sahabat Melovers? tentunya semoga sehat selalu dan diberikan kemudahan atas niat dan harapan serta dipanjangkan umurnya ya :)

Oke pada kesempatan malam ini, saya akan membahas tentang nasib buruk kita maupun nasib seseorang dan kenapa nasib buruk sering kali mendatangi kita?. Namun sebelum membaca lebih lanjut, alangkah baiknya sediakan cemilan atau kopi terlebih dulu. Karena artikel yang saya ketik ini, lumayan agak panjang.

Oke langsung saja ya.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber


MediaLova - Setiap kali ada kegiatan reuni, terutama reuni sekolah-sekolah masa kecil baik SD, SMP, atau SMA; Saya sering kali terkaget-kaget. Beberapa teman masa kecil telah mengalami perubahan yang luar biasa. Yang terutama perubahan fisik. Bahkan beberapa orang teman sama sekali tidak lagi saya kenali karena begitu ekstrem perubahan yang terjadi.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Ada seorang teman perempuan yang dulu ketika SMA menjadi idola; tubuh langsing dengan tinggi badan di atas rata-rata, tidak hanya membuat teman-teman cowok pada naksir, tetapi banyak teman-teman cewek yang ngiri padanya.

Akan tetapi kini, ukuran badannya sudah melar tidak beraturan. Sewaktu pertama kali bertemu, saya benar-benar tidak bisa menebak siapa dia sebenarnya. Melalui grup WhatsApp alumni sekolah beberapa teman mengolok-olok mengingatkan masa lalunya, dia hanya tertawa.

Namun ada pula yang mengalami metamorfosis layaknya ulat menjadi kupu-kupu. Seorang teman perempuan dulu bertubuh kurus dan berkulit hitam, maklum memang anak kampung, sekarang berubah kulitnya menjadi lebih terang. Beberapa teman menggoda dengan mengatakan lalat pun terpeleset kalau hinggap di kulitnya, ha ha ha... Bukan hanya itu saja, kini tubuhnya pun lebih berisi. Penampilannya begitu menggoda. Mungkin karena secara ekonomi ia sekarang lebih mapan sehingga terjadi perubahan yang lebih baik.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Diam-diam beberapa teman laki-laki sering membicarakannya di belakang. Menyesal dulu tidak PDKT kepada teman perempuan yang satu ini.

Meski secara umum teman-teman laki-laki tidak mengalami perubahan fisik yang terlalu banyak, tetapi tetap saja ada satu atau dua orang yang mengalami perubahan mencengangkan. Ada seorang teman yang dulunya bertubuh tinggi, berkulit bersih, dan wajahnya ganteng; boleh dibilang tidak ada teman cewek yang tidak takluk padanya. Namun sewaktu reuni pertama kali setelah 30 tahun lebih terpisah hampir semua teman tidak mengenalinya lagi. Tubuhnya lebih kurus, kulitnya berubah menjadi gelap. Tidak ada sisa-sisa ketampanan yang dulu dimilikinya.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Dan sama dengan teman-teman perempuan, ada juga teman-teman laki-laki yang mengalami perubahan sebaliknya. Ada yang dulu dari ujung rambut sampai ujung kaki tidak menarik, kini malah sering tampil penuh gaya. Lebih rapi, segar, dan memesona. Yang terakhir ini sering kali karena secara ekonomi menjadi lebih mapan.

Perubahan-perubahan itu sudah pasti tidak hanya perubahan fisik tetapi yang bersifat nonfisik. Ada seorang teman SMA yang selama sekolah sama sekali tidak pernah terlibat dengan kegiatan pentas seni, tetapi sekarang malah berprofesi sebagai musisi. Beberapa kali reuni dialah pengisi panggung hiburannya. Sementara teman-teman yang dulu menjadi bintang panggung malah sekarang terkesan enggan tampil.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Ada juga teman yang dulu anti dengan kegiatan keagamaan tetapi sekarang telah menjelma menjadi aktivis masjid. Dan masih banyak lagi perubahan yang lainnya.

Semua perubahan memang selalu menarik perhatian. Namun di antara sekian perubahan itu ada hal yang paling menarik bagi saya. Beberapa teman telah mengalami perubahan nasib secara signifikan. Mereka yang dulunya berasal dari keluarga kelas bawah kini telah menjadi orang-orang kelas menengah bahkan kelas atas, menjadi orang sukses! Ada yang menduduki posisi penting di pemerintahan atau menjadi karyawan dengan posisi mentereng dan ada pula yang menjadi pengusaha sukses.

Seorang teman masa kecil di kampung, yang kebetulan juga teman satu SD dan SMP, adalah salah satu contoh kisah sukses itu. teman ini seorang anak yatim. Bapaknya meninggal sewaktu ia masih duduk di bangku kelas 1 SD. Ekonomi keluarga bertumpu pada ibunya yang hanya bisa bertani dengan sawah tambak warisan yang tidak terlalu luas. Boleh dibilang kehidupannya diliputi kekurangan. Untuk makan sehari-hari, jangankan bergizi, sekadar kenyang saja sudah cukup sulit.

Pantas jika prestasi akademik di sekolah juga tidak terlalu mentereng. Akan tetapi kini, kehidupannya berubah. Pernah suatu ketika, saya melakukan perjalanan dinas ke kota Surabaya. Iseng saya kirim SMS kepada teman ini. Tanpa saya duga, ia mengajak bertemu di sebuah hotel berbintang. Saya surprise. Dan ia datang dengan mengendarai Kijang Innova. Saya juga mendengar dari cerita tetangga, teman ini memiliki beberapa rumah. Saya paham, karena ia sekarang seorang pejabat legislatif tingkat provinsi.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Kisah sukses yang lain adalah seorang teman SMA. Ia berasal dari keluarga broken home. Ibunya, seorang guru SD, sendirian membesarkannya.

Tentu saja kehidupannya penuh keterbatasan. Tak ada fasilitas glamor ala siswa golongan kaya yang disandangnya. Saat sebagian siswa kelas tiga mengikuti bimbingan belajar (bimbel) untuk persiapan tes perguruan tinggi negeri, teman ini hanya bisa berharap dan berdoa.

Bimbel itu biayanya lumayan mahal dan lokasinya hanya ada di kota Surabaya. Beruntung, seorang teman dekat yang berasal dari keluarga berpunya mengulurkan tangan dengan menanggung biaya bimbingan belajar dan transportasi. teman ini akhirnya bisa mengikuti bimbel di kota Surabaya.

Kini, kehidupannya berubah. Selain tubuhnya yang makin terlihat subur, penampilannya pun naik kelas. Beberapa kali terlihat mengenakan pakaian bermerek. Hampir saban bulan ia bisa bolak balik pulang kampung dengan naik pesawat. Setiap kali pulang kampung ia selalu mengajak teman-teman lama untuk bertemu di rumah makan.

Ngumpul-ngumpul, makan-makan itulah acaranya. Sudah pasti semua dia yang membayar. Waktu telah memutar roda kehidupan. Dulu orang lain membayari dirinya, kini dia yang selalu membayari orang lain. Itu semua bisa dilakukan karena teman ini sudah menduduki posisi bergengsi di sebuah perusahaan swasta.

Seorang teman dekat semasa SMP juga punya kisah kehidupan yang tak kalah menarik. Kehidupan masa kecilnya penuh kekurangan. Bahkan sampai untuk kuliah di Fakultas Kedokteran, ia hidup dengan keterbatasan. Penghasilan orangtuanya yang pedagang kecil di pasar tidak mampu menopang kebutuhan kuliah yang lumayan besar.

Entah berapa kali dia pernah meminjam uang kepada saya untuk kebutuhan sehar-hari dan urusan kuliah. Jika ada materi kuliah yang mesti di-fotocopy teman ini lekas mengambil inisiatif. Ia bertindak sebagai koordinator fotocopy, dengan itu ia mendapat materi kuliah tanpa harus keluar biaya.

Bahkan sering kali uang pembayaran fotocopy dari teman-temannya ada kelebihannya. Saat ini, ia sudah menjadi seorang dokter spesialis dengan kehidupan yang mapan. Beberapa mobil yang terpakir di halaman rumahnya adalah salah satu buktinya. Ia juga berprofesi sebagai seorang dosen di sebuah universitas di kota Malang. Selain itu keluarganya juga mempunyai usaha. Secara sosial ia menjadi orang yang terpandang.

Namun selain kisah-kisah sukses di atas, ada juga kisah sebaliknya. Ini juga kisah seorang teman dekat. Beberapa tahun lalu ekonomi keluarganya benar-benar sedang moncer. Ayahnya seorang pedagang yang sukses di pasar. Tak heran teman ini sering memiliki uang jajan berlebih. Saat itu tidak semua teman bisa dengan mudah menonton film bioskop. Karcis bioskop tidak murah bagi sebagian besar di antara kami. Tapi teman ini dengan mudah mengajak beberapa orang teman untuk menemaninya menonton film bioskop.

Saya pun tak terhitung berapa kali ditraktir nonton film bioskop, jalan-jalan atau makan-makan di rumah makan. Namun roda kehidupan berputar turun secara cepat baginya. Sewaktu pertama kali bertemu semenjak berpisah saya hampir tak percaya. Ia menjadi seorang tukang tambal ban. Sungguh menyedihkan nasib teman lama ini.

Kisah yang berikut ini juga tentang kehidupan yang menurun meski tidak begitu dratis. teman ini seorang anak dari keluarga terpandang di kota kami. Mereka keluarga ningrat. Ayahnya seorang tokoh yang namanya dikenal baik seantero kabupaten. Tapi lagi-lagi arah kehidupan tidak bisa ditebak. Sewaktu pertama kali bertemu teman ini menjadi pedagang kecil-kecilan. Kehidupan rumah tangganya juga tidak mulus.

Masih banyak lagi kisah-kisah yang menarik untuk diceritakan. Saya pun yakin sahabat Melovers punya kisah yang menarik mengenai teman-teman di nasa lalu. Tetapi sudah pasti kita semua hanya ingin menjadi bagian dari kisah-kisah kelompok pertama. Kisah-kisah sukses dan bahagia. Tidak ada yang mau menjadi bagian dari kisah kegagalan atau kisah penderitaan.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Memang begitulah wataknya kehidupan. Setiap orang yang hanya menginginkan keadaan baik. Ingin rezeki lancar, karier meroket. kesehatan prima, keluarga harmonis. Singkatnya setiap orang ingin hidup sukses bahagia. Maka untuk itu, segala upaya dikerahkan untuk meraihnya. Sebalikny, keadaan buruk dan kegagalan adalah mimpi buruk yang selalu dihindari setiap orang.

Berbagai daya upaya dikerahkan untuk menjauhinya sejauh-jauhnya. Akan tetapi fakta yang tidak terbantahkan adalah bahwa selalu ada saja orang-orang yang bernasib buruk. Ada orang-orang gagal dan tidak bahagia di dunia ini.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Perhatikan beberapa fakta berikut ini

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Hampir setiap pasangan yang baru menikah selalu berharap bisa menjadi keluarga sakinah. Harmonis sampai akhir hayat. Namun apakah semua yang pasangan bisa meraihnya? Data resmi yang dirilis oleh Departemen Agama Republik Indonesia menunjukkan fakta atau kenyataan sebenarnya.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

No Tahun Perceraian
1 2009 216.286
2 2010 285.184
3 2011 258.119
4 2012 372.557
5 2013 324.527
6 2014 382.231
Data dibuat pada tahun 2014 dari berbagai sumber.

Mari cermati baik-baik. Jika rata-rata kasus perceraian selama enam tahun itu dibagi dengan jumlah hari dalam setahun dan 24 jam dalam sehari, maka di negeri ini 35 pasangan berpisah setiap jam! Sebanyak itulah pasangan yang gagal meraih impian. Sejumlah itu pula pasangan yang mengalami nasib buruk. Sungguh sebuah keadaan yang sangat memprihatinkan.



Demikian pula yang terjadi di bidang bisnis. Setiap orang yang memulai usaha selalu berharap usahanya maju lancar dan meraih keuntungan berlimpah. Untuk itu segalanya di persiapkan dengan matang sejak pendirian. Benarkah hasilnya semua sesuai harapan?

Data yang dipublikasi oleh Statistic Brain, sebuah lembaga riset yang berpusat di Los Angeles USA, mengungkapkan bahwa pada tahun kedua jumlah yang ambruk meningkat menjadi 36 persen. Dan pada tahun ketiga 44 persen. Dengan kata lain yang bisa mencapai impian kesuksesan atau tidak bubar pada tahun keempat hanya sebesar 56 persen!.

Di dunia kerja keadaannya pun serupa. Sebuah studi pernah mengungkapkan bahwa hanya 22 persen orang yang bisa mewujudkan cita-citanya bekerja pada profesi yang di impikan. Itu artinya, hampir 80 persen para pekerja adalahorang-orang yang bekerja pada bidang yang tidak sesuai dengan cita-citanya.

Nah mungkin ini salah satu penyebab Frustasi atau Prestasi.


Tidak perlu sahabat Melovers bertanya apakah orang-orang yang bekerja pada bidang yang tidak pernah di impikan itu bahagia di tempat kerja. Terlalu mudah menjawabnya. Pasti mereka tidak bahagia.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Nah jelas bukan? Tidak semua orang berhasil meraih kesuksesan dan kebahagiaan. Nasib buruk selalu datang meski tidak pernah diharap kedatangannya. Lalu pertanyaan pentingnya, mengapa nasib buruk itu datang tanpa diusahakan? Siapa yang mendatangkannya?

Manusia Berencana, Tuhan Yang Menentukan

Kalimat yang menjadi judul subtitle diatas ini sudah tidak asing di telinga kita. Bahkan sangat mungkin kita sendiri pernah mengucapkan atau bahkan beberapa kali mengucapkannya. Kapankah kalimat ini kita ucapkan? Kalimat ini terucap dari mulut seseorang ketika ia berada di dalam keadaan tertentu yang tidak sesuai harapan.

Perhatikan kisah berikut ini

Ada satu keluarga yang tengah bercita-cita untuk tahun depan bisa memiliki rumah yang lebih luas dan lebih megah dari rumah yang sekarang. Untuk itu seluruh anggota keluarga sepakat melakukan tindakan bersama. Ayah menambah jam kerja untuk memperoleh tambahan uang lembur.

Kadang-kadang sang ayah melakukan kerja sambilan. Ibu mulai mengurangi pengeluaran yang tidak perlu. Jika selama ini sebagian cucuian dikirim ke tempat laundry kini semua dicuci di rumah. Anak-anak juga mengurangi jajan-jajan yang tidak perlu. Mereka mengurangi jadwal makan bersama di luar. Dan beberapa hal lagi yang mereka lakukan.

Satu tahun berlalu. Usaha bersama keluarga itu untuk membeli rumah baru belum kesampaian. Rupanya rumah idaman yang mereka inginkan harganya sudah naik beberapa persen. Tentu saja keluarga itu kecewa.

"Kok nggak jadi beli rumah baru?" tanya seorang tetangga.
"Yaa... beginilah, manusia berencana, Tuhan yang menentukan," jawab sang ayah lemas.

Kali ini tentang seorang remaja pria. Sudah lama dia naksir seorang gadis. Berbagai cara dilakukan untuk mendapatkan sang pujaan hati. Setiap ulang tahun dibelikannya sang gadis pujaan sebuah hadiah istimewa. Berkali-kali melalui komunikasi WA atau SMS puisi sanjungan dan rayuan maut dikirim.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Malam minggu tak pernah terlewat untuk berkunjung ke rumah sang gadis. Bunga mawar tak pernah ketinggalan. Satu tahun berlalu, tiba waktunya menyatakan isi hati kepada sang bidadari pujaan hati. Akan tetapi... cintanya bertepuk sebelah tangan. Seorang teman setengah meledek bertanya:

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

"Kenapa di tolak?"
"Manusia berencana, Tuhan yang menentukan," jawab remaja pria itu dengan putus asa.

Sekarang mari perhatikan kisah-kisah lain lagi.

Seorang laki-laki berpendidikan cukup bagus keluar dari perusahaan tempat kerjanya. Ia bosan menjadi karyawan. Dengan bekal ilmu dan pengalaman kerja yang lumayan, ia hendak merintis usaha sendiri.

Dengan modal yang terbatas ia memulai usahanya. Beberapa kenalan dan koneksi dihubungi untuk mendapat kesempatan dan dukungan. Beberapa nasihat teman yang sudah sukses ia ikuti. Dengan penuh kesungguhan dan kehati-hatian ia menjalankan usaha. Lebih baik menjadi kepala semut daripada ekor gajah, begitu jargon yang selalu diucapkannya.

Beberapa tahun kemudian laki-laki itu sudah berhasil meraih impian. Perusahaannya tumbuh dengan cepat. Jumlah pesanannya melampaui target. Keuntungannya selalu naik tahun demi tahun. Asetnya naik berkali-kali lipat. Beberapa penghargaan sebagai pengusaha sukses diterimanya.

Setiap kali bertemu teman lama, pujian bertubi-tubi diterimanya. Akankah ia mengucapkan kalimat: "Manusia berencana, Tuhan yang menentukan?" Sudah pasti Tidak!.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Atau kisah seorang wanita karier yang satu ini. Sudah cukup lama perempuan itu menikah, lebih dari 10 tahun, tetapi sampai saat ini ia belum dikaruniai anak. Sedih tentu saja, perempuan mana yang tidak ingin mempunyai keturuanan (anak). Atas saran dari teman, keluarga dan juga dokter ahli, ia memutuskan untuk berhenti bekerja. Ia rela meninggalkan kariernya yang tengah naik dan lebih memilih fokus untuk memperoleh momongan.

Beberapa dokter kandungan terkenal ia datangi. Makanan yang dapat meningkatkan kesuburan menjadi santapan rutinnya. Beberapa makanan pantangan ia jauhi. Olahraga dilakukan secara teratur. Bahkan beberapa nasihat yang tidak masuk akal dari orang-orang tua juga dilakukannya.

Benar saja. Beberapa bulan kemudian, ia hamil dan akhirnya melahirkan bayi mungil yang sangat lucu. Bahagia tak terhingga. Ucapan selamat mengalir dari orang di kanan kirinya. Akankah wanita itu menjawab dengan kalimat ini: "Manusia berencana, Tuhan yang menentukan?" Rasanya, kemungkinannya kecil sekali.

Begitulah. "Manusia berencana, Tuhan yang menentuka" adalah kalimat yang punya makna bagus. Bahwa tiada daya dan upaya yang dimiliki manusia kecuali atas kehendak Tuhan. Manusia hanya bisa berencana dan berusaha, setelah itu hasil akhir adalah milik Tuhan Yang Mahakuasa.

Namun sayangnya saat ini, penggunaan kalimat ini cenderung pada keadaan yang tidak pas. Kalimat itu terlontar dari mulut seseorang ketika dia gagal atau ketika kecewa. Ketika sukses dan bahagia tidak pernah terdengar kalimat itu terucap.

Sungguh ironis. Hari ini Tuhan bagi sebagian orang adalah penghambat kesuksesan. Tuhan adalah penghalang meraih impian dan cita-cita. Tuhan hanya menghendaki kegagalan. Tuhanlah yang menyebabkan nasib buruk. Benarkah itu?

Nasib Buruk Karena Kesalahan Kita Sendiri


Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Secara umum penghuni bumi ini terbagi menjadi dua kategori, kelompok pemenang dan kelompok pecundang. Para pemenang adalah orang-orang yang aktif menggunakan segala potensi yang diberikan Tuhan untuk meningkatkan kemampuan demi meraih kesuksesan dan kebahagiaan.

Segala peristiwa yang terjadi di sekitar dilihat dengan kacamata positif. Bila ada teman yang mendapatkan keberuntungan, sang pemenang akan aktif mempelajari faktor-faktor apa yang membuat keberuntungannya itu berpihak kepada sang teman.

Selanjutnya dengan penuh semangat sang pemenang berusaha mewujudkan faktir-faktor tersebut ada padanya. Dengan itu, keberpihakan keberuntungan kepada dirinya hanyalah masalah waktu.

Para pemenang adalah pribadi yang selalu bisa melalui celah sempit untuk meraih prestasi di tengah keadaan yang serba terbatas. Sementara jumlah orang luar biasa itu tidak banyak, kebanyakan manusia adalah orang biasa.

Orang-orang luar biasa itu di antaranya adalah:

Foto: Helen Keller dari berbagai sumber


Helen Keller, perempuan yang sebelum genap berusia dua tahun terserang penyakit misterius sehingga membuatnya buta dan tulis. Namun meskipun demikian, ia bisa menyelesaikan pendidikan sarjana dengan predikat magna cumlaude. Dialah penderita tunarungu dan tunanetra pertama di dunia yang berhasil menyelesaikan pendidikan setingkat universitas.

Helen Keller juga seorang penulis, dosen motivator yang telah mengunjungi 39 negara dan bertemu tokoh-tokoh penting dunia. Buku karyanya yang berjudul The Story of My Life telah menginspirasi jutaan orang di seluruh dunia. Kini, buku itu telah diterjemahkan ke lebih dari 50 bahasa.

Foto: Buya Hamka dari berbagai sumber

Buya Hamka, seorang ulama, sastrawan, sejarawan terkemuka yang pernah dimiliki bumi pertiwi. Meski tidak menyandang ijazah pendidikan formal beliau menerima berbagai anugerah penghargaan, di antaranya Dokter Honoris Causa dari Universitas Al-Azhar Cairo dan Doktor Honoris Causa dari Universitas Kebangsaan Malaysia.

Salah satu karya fenomenal Buya Hamka, Tafsir Alquran 30 Juz yang diberi nama Tafsir Al-Azhar, tidak hanya menjadi acuan bagi umat Islam di Indonesia, tapi juga di negara jiran seperti Malaysia, Brunei Darussalam, Singapura, hingga ke Thailand Selatan. Menariknya, Tafsir Al-Azhar itu dirampungkan oleh beliau saat mendekam di dalam penjara pada masa pemerintahan Presiden Soekarno. Penjara sebuah tempat yang sangat ditakuti oleh sebagian besar orang itu telah menjadi tempat meraih prestasi bagi Buya Hamka.

Foto: Panglima Jenderal Soedurman dari berbagai sumber

Jenderal Soedirman, di usia yang masih relatif muda 31 tahun sudah menjadi Panglima Besar Tentara Nasional Indonesia (PBTNI). Dengan fisik yang sangat lemah karena mengidap TBC dan beliau baru saja menjalani operasi, Jenderal Soedirman memimpin perlawanan terhadap Belanda yang tengah melancarkan Agresi Militer ll.

Dengan paru-paru yang cuma sebelah, Panglima Tentara Nasional Indonesia pertama itu memimpin perang Gerilya melawan Belanda yang tengah menduduki Yogyakarta yang saat itu menjadi ibu kota Republik Indonesia.

Dari atas tandu, beliau terus memimpin TNI melawan pasukan Belanda selama tujuh bulan. Upaya yang dilakukan Jenderal Soedirman tidak hanya berhasil menunjukkan eksistensi Republik Indonesia di mata dunia, tetapi juga memaksa Belanda duduk di meja perundingan dan akhirnya setuju untuk hengkang dari Yogyakarta.


Foto: Abraham Lincoln dari berbagai sumber

Abraham Lincoln, seorang yang terlahir dari keluarga miskin dan hanya pernah mengenyam pendidikan formal tidak lebih dari setahun, bisa menjadi presiden Amerika Serikat. Lincoln adalah salah seorang presiden besar yang pernah dimiliki bangsa Amerika padahal sejarah hidupnya bukan hanya berisi keberhasilan.

Kegagalan demi kegagalan telah menjadi bagian yang tak terpisahkan dari kehidupannya. Lihatlah deretan kegagalan yang pernah dialamainya.

Tahun 1831 mengalami kebangkrutan dalam usaha. Tahun 1832 kalah dalam pemilihan Badan Legislatif lokal. Sekali lagi, ia mengalami kebangkrutan bisnis pada tahun 1933. Tahun 1837 kalah dalam kontes pidato. Tahun 1840 gagal di dalam pemilihan anggota kongres pada tahun 1842 dan tahun 1848. Sekali lagi kalah dalam pemilihan anggota senat pada tahun 1855. Kalah dalam nominasi untuk kursi wakil presiden Amerika Serikat pada tahun 1856. Kalah untuk ketiga kalinya dalam pemilihan senat pada tahun 1858. Rentetan kegagalan yang cukup panjang itu tidak membuat Abraham Lincoln menyerah. Dan hasilnya, pada tahun1860 berhasil terpilih menjadi presiden Amerika Serikat.

Sementara itu para pecundang adalah pribadi yang berbeda. Mereka selalu mudah mencari kambing hitam. Jika mengalami kegagalan dengan mudah kesalahan yang menyebabkan kegagalan ditimpakan kepada pihak lain. Pecundang aktif mengorek-ngorek kesalahan dan menuduh tanpa dasar. Keberhasilan pihak lain disikapi dengan sinis.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

"Tentu saja Ira bisa dipromosikan, dia kan sering menemani bos berpergian. Amit-amit, jangan sampai saya melakukannya...."

"Kalau dengan cara menyogok bagian pembelian seperti yang dilakukan Wawan, saya juga bisa mencapai target!"

"Bagaimana Agung tidak bisa menjadi pengusaha sukses, kan orangtuanya seorang pejabat. Tinggal telepon saja semua perusahaan di sini juga pasti kasih order".

"Ooo... pantes saja anak-anak Bu Nurul nilainya bagus-bagus, kan selama ini Bu Nurul memang rajin ngasih sesuatu ke guru-guru".

"Jangan heran Dodi bisa membeli rumah yang bagus, kan dia baru saja dapat warisan. Kalau dari hasil usaha sendiri mana mungkin?"

Itulah deretan kalimat yang amat sering terlontar dari mulut para pecundang saat menemukan pihak lain berprestasi. Mereka lebih sibuk melontarkan tuduhan miring ketimbang memperbaiki diri.

Telunjuk para pecundang selalu mudah menuding orangtua, istri, saudara, teman, dan lingkungan sekitar sebagai sumber malapetaka yang menimpa mereka. Apa pun keadaan yang ada selalu bisa menjadi dalih kegagalan. Sampai-sampai Tuhan pun menjadi pihak yang tertuduh. Takdir adalah kata yang paling sering digunakan oleh para pecundang untuk membela diri.

Foto: Ilustrasi dari berbagai sumber

Sahabat Melovers yang budiman, percayalah tidak ada seseorang yang terlahir sebagai pecundang. Sang Maha Pecinpta tidak pernah menciptakan produk gagal. Ketika seorang bayi dilahirkan ke dunia, sebenarnya ia sudah terlahir menjadi pemenang. Ia sudah menyandang predikat makhluk luar biasa. Proses kehidupan selanjutnya yang membuatnya menjadi pecundang atau menjadi orang biasa.

Perhatikanlah proses sebelum terlahir. Saat terjadi perubahan di dalam rahim, ada sekitar 200 sampai 300 juta sel sperma yang saling untuk membuahi satu sel telur. Terjadi persaingan sengit antar-ratusan juta sel sperma . Dari ratusan juta sel sperma itu hanya satu yang berhasil membuahi sel telur. Sisanya akan mati dan terbuang percuma.

Satu sel sperma yang berhasil membuahi sel telur itu selanjutnya akan tumbuh menjadi anak manusia. Seorang anak manusia yang telah memenangkan persaingan dengan ratusan juta rival. Dan itu adalah kita!.

Setiap diri sudah dibekali dengan rangkaian perangkkat untuk menjadi seseorang yang sukses. Masalahnya hanyalah apakah dia mau untuk menjadi pribadi sukses dengan bekal yang sudah dimiliki atau sibuk mencari kambing hitam untuk membenarkan kegagalan.

Sukses adalah dambaan setiap insan dan juga keinginan Tuhan. Sang Maha Pencipta, yang menghadirkan kita ke dunia, sudah membekali setiap manusia dengan aneka perangkat untuk meraih kesuksesan. Maka, nasib buruk bukan kehendak Tuhan, tetapi akibat kesalahan kita sendiri.

Foto: Ilustrasi dari MediaLova

Seperti kata bijak yang disampaikan oleh Bill Gates sebagai berikut: Jika kamu lahir dalam keadaan miskin itu salahmu, tapi jika kamu mati dalam keadaan miskin itu adalah salahmu.

Nah sekarang bagaimana sahabat Melovers sudah mengerti kan? Cape tidak membacanya? pasti dong!. Apalagi saya yang mengetik langsung pegel linu hehe....

Oke maka dari itu untuk sahabat Melovers, janganlah menjadi seorang pecundang. Apalagi ditahun 2020 sekarang ini, banyak sekali para pecundang yang gagal. Contohnya seperti kalah dalam berpolitik yang memang tahun ini adalah musim panas politik.

Mungkin pada kesempatan berikutnya saya akan mencoba membahas kesalahan-kesalahan utama yang selama ini dilakukan oleh orang-orang biasa dan tidak dilakukan oleh orang sukses, orang-orang hebat atau yang lebih tepat disebut orang-orang yang luar biasa!

Kalau tulisan saya ini bermanfaat, jangan lupa untuk membagikan ke teman-teman kamu ya. See You next Time...

Bagaimana? apakah kamu menyukai dengan tulisan artikel Bian?
Jika kamu menyukainya, silakan tulis pendapatmu di kolom komentar ya gengs 😊

atau untuk menulis komentar
Sukai Medialova

Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dan sopan. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.
Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM! tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)
Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke teman, sahabat, pacar, keluarga ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn.
Ini adalah artikel dari komunitas Medialova dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya disini.
Penayang artikel dari pengguna Medialova yang diposting di halaman M-story yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Medialova, jika mengambil isi konten dari Medialova, harap mencantumkan sumber konten link website Medialova. Seluruh isi konten Medialova, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) medialova.com.

DISCLAIMER

m e d i a l o va
medialovestory
logo medialova
MODERATOR: Vioza, Agez, Feronica
TEAM EDITOR: Bian, Ayoe, Roys
MediaLova
Rilis 25/07/2020 - v.1.0.8
Iklan
Netflix
Kerjasama

medialova.com[at]gmail.com
Netflix
Administrator
Bian Penulis Terverifikasi
Bian Dinnurjand CEO Founder at Medialova Production.

Penulis adalah aktivis sastra teater. Selain aktif di dunia bisnis, juga punya hoby tulis menulis.

Artikel yang kami muat ini mungkin bisa membatu Sobat lebih paham tentang masalah Investasi, merencanakan keuangan dan membantu Sobat untuk memulai bisnis baru. ~Salam Trader Indonesia~.
Iklan
Berita
Anjay.... Ngomong ‘Anjay’ Bisa Dipidana?
Komnas PA merilis pernyataan pers terkait larangan kata 'anjay'. Larangan ini menuai pro dan kontra di kalangan netizen.
Berita
Penyakit Demam Berdarah, Penyebab, Gejala Dan Cara Mengobatinya
Mengetahui hal-hal yang menjadi penyebab demam berdarah, gejala dan juga belajar mengetahui cara mengatasi dan mengobatinya
Berita
Mengetahui Penyebab Seseorang Terkena Asma, Gejala Dan Cara Mengatasinya
Hal-hal apa saja yang bisa menyebabkan seseorang terkena penyakit asma dan juga bagaimanakah cara mengatasinya atau mengobatinya
Berita
Manfaat Manisnya Buah Stroberi Untuk Kecantikan
Buah stroberi memiliki banyak manfaat untuk kecantikan.
atau untuk menulis komentar

ATURAN KOMENTAR

MOHON UNTUK SELALU MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL YANG VALID ( AKTIF ) AGAR KAMI DAPAT MEMBALAS KOMENTAR SOBAT.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dan sopan. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

rb1
YT
rb1
Room

rb2
rb2
Premium

SPONSOR
BERITA ACAK
Nana dan Park Sung Hoon kembali di Into The Ring
Nana dan Park Sung Hoon kembali di Into The Ring...
DC Universe Memperkenalkan Villain Baru Di Trailer Anyar Doom Patrol Season 2
Trailer Anyar Doom Patrol Season 2...
Pasangan Zodiak Ini Paling Langgeng.. Cek Zodiak Kamu dan Doi
Ada beberapa pasang zodiak yang hubungannya akan berlangsung langgeng jika ked...
Seksinya Member SNSD yang Tampil Serba Hitam dalam Ultah Tiffany
Tiffany menyelenggarakan pesta ulang tahun yang ke-31 pada 1/8 lalu. Pesta mewah...