Aug 25, 2020 - 17:31
pb1
post image

Jangan Hukum Naila Lagi, Bu! - Cerpen Sad Story


Medialova, Bogor - Pagi ini cuaca amat dingin dikarenakan musim hujan telah tiba. Seorang anak yang sedang tertidur menggeliat dalam selimutnya mencari sebuah kehangatan. Hariini ia bangun terlambat, namun etah mengapa matanya sangat sulit sekali untuk dibuka.

Namun entah dari mana seember air langsung membasahi tubuhnya serta kasur dan beberapa peralatan lain. Ia kira tadi itu adalah banjir, namun ternyata itu adalah ibunya. Iya ibunya yang membangunkan dengan menyiram seember air. Ibunya tengah melotot sedangkan gadis itu hanya bisa tertunduk sambil menggigil kedinginan.

Tanpa basa basi, Ibu langsung menyeretnya menuju kamar mandi. Ia menyiram anak itu dengan penuh amarah tanpa melihat bahwa bibir si anak sudah amat pucat.

" Sudah merasa menjadi ratu ya kamu? Mentang-mentang ditinggal sendiri seenaknya bangun siang dan menjadi pemalas. Dasar anak babu tidak tahu diri"

Naila hanya diam, mencerna semua ucapan ibunya agar nanti ia tak mengulangi kesalahan yang sama.

Iya namanya adalah Naila, gadis kecil berusia 7 tahun itu tenggah menggigil kedinginan, bibirnya pun sudah mulai membiru. Sedangkan ibu masih saja mengumpat padanya.

Ayahnya pasti sudah pergi bekerja, jika ayahnya dirumah tidak mungkin ibunya berani melakukan hal seperti itu.

Naila sangat ingin menangis untuk saat ini, tapi ia tidak bisa. Ia terlalu takut bahkan untuk menangis sekalipun.

Tapi ia tak apa-apa, mungkin marahnya ibu juga disebabkan oleh kesalahan Naila sendiri.


Source: Pinterest

Hari ini adalah hari Minggu, Waktunya Naila libur sekolah. Tapi pasti hariini ia akan mendapat omelan lebih banyak. Sayang sekali ayah tidak libur di hari yang sama, jika iya mungkin Naila bisa menikmati waktu liburnya.

"Sana cuci piring! Jangan diam saja disitu. Saya muak melihat wajah kamu."

Naila hanya bisa mengiyakan, seharian ia terus-terusan mengerjakan pekerjaan rumah. Menyapu, mencuci, mengepel dan menjemur pakaian.

Hingga saat malam hari Naila melihat sekujur tubuhnya yang memar karna dipukul dengan sapu. Hidung Naila pun bengkak saat tadi siang tiba-tiba ibunya menghantam hidung kecilnya hingga berdarah. Naila hanya bisa mengoleskan salep pada luka-lukanya. Berharap segera kembali membaik seperti semula.

Ia mulai berebahkan tubuhnya diatas kasur, ayahnya masih belum pulang juga ternyata, mungkin sedang lembur.

Terkadang ia merasa iri pada teman-teman nya yang saling berbagi cerita dengan ibu mereka, dibantu mengerjakan pr, dan diceritakan dongeng sebelum tidur. Ia sangat sayang pada ibunya, tapi kenapa ibu selalu saja marah padanya, ia hanya bisa tersenyum dan berdoa pada Tuhan agar suatu saat diberi keajaiban. Dan gadis kecil itupun mulai terlelap bersama harapan-harapannya.


Ayah Naila baru pulang saat pukul 10 malam, ia masuk ke kamar Naila untuk memberikan mainan baru pada anaknya.

Ia melihat putri kecilnya sudah tertidur nyenyak, tapi ia melihat hal aneh pada lengan anaknya. Ada bekas memar keunguan pada tangan kecil itu.

Ia sering mendengar pengaduan dari para tetangga tentang kelakuan istrinya pada Naila. Namun saat ditegur ia selalu beralasan jika Naila lah yang selalu nakal dan melawan padanya.

Ia tau jika naila bukanlah anak seperti itu. Namun ia merasa dilema, ia takut ditinggalkan lagi oleh sang istri. Ia terlalu mencintai istrinya. Walaupun memang bukan ibu kandung Naila, tapi istrinya terlihat sangat menyayangi anaknya saat pertama kali dipertemukan. Naila yang tidak pernah bertemu ibu kandungnya pun merasa sangat senang karna ia akan memiliki ibu. Tapi sekarang entah kenapa jadi seperti ini.

Ia hanya bisa diam karna takut ditinggalkan lagi, walaupun anaknya yang tersiksa. Tapi bukankah Naila anak yang kuat? Semoga saja seiring berjalannya waktu hal ini akan cepat berubah kembali seperti awal kebahagiaan mereka.


Hari ini, Naila bangun pagi karna ia akan berangkat sekolah. Ia mulai mengerjakan pekerjaan rumahnya terlebih dahulu barulah bersiap untuk kesekolah. Tapi Naila bingung, ia ditegur oleh guru karna masih juga belum membayar SPP. Ia ingin bilang pada ibunya, tapi lagi-lagi ia merasa takut.

Setelah beberapa saat mengumpulkan keberanian, akhirnya Naila berhasil menghampiri ibunya yang tengah memainkan ponsel.

"Ibu.. Naila ditagih uang SPP sama ibu guru. Katanya jika Naila belum membayar juga, Naila tidak akan bisa sekolah lagi"

" Uang SPP kamu itu udh saya pakai buat nyalon minggu lalu. Jadi kalo kamu dikeluarkan yasudah tinggal keluar saja. Toh sekolah pun kamu akan tetap tidak berguna" jawab ibunya tanpa menengok sedikitpun.

"Tapi bu.. Naila masih pengen sekolah, Naila engga mau berhenti" sesak dada Naila mendengar jawaban dari ibu. Tiba-tiba ibunya menatapnya tajam dan menghampirinya.

Naila sangat takut pada saat itu, muka ibunya yang memerah menandakan bahwa ia tengah menahan kesal.

Lalu ibunya langsung mengarah keleher Naila dan mencekiknya tanpa ampun. Tubuh kecil Naila bahkan sampai terangkat dan membuat lehernya terasa sangat sakit.

Kaki kecilnya terus saja berusaha mencari pijakan, sedangkan tangannya berusaha melepaskan tangan ibunya.

" Sudah makin berani ya anak babu ini! Dasar anak nyusahin tidak tahu diri!"

Naila tidak pernah tahu arti dari "Anak babu" yang sering ibunya ucapkan.

Tubuh Naila mulai melemas, oksigen semakin sulit untuk ia dapatkan, bahkan sakit dilehernya pun sudah tak terasa.

"i..ibu maaf bu, tolong bu, saa..kit" dadanya semakin sesak, saat itu untuk pertama kalinya lagi Naila menangis, matanya terus saja mengeluarkan air, namun tangan ibunya masih tak mau terlepas.

Naila sudah mulai tak sadarkan diri, bibirnya membiru , kulitnya pun mendingin. Diluar warga berteriak mencoba mendbrak pintu, ibu langsung melemparkan Naila ke lantai. Para warga menangkap ibunya dan para tetangga menangis melihat kondisi Naila.

Bagaimana bisa anak sekecil itu mendapat perlakuan yang amat jahat. Buru-buru mereka membawa Naila ke rumah sakit, namun ternyata Tuhan lebih sayang Naila. Tuhan tak ingin Naila merasakan sakit untuk yang kesekian lagi.

Kini, Naila sudah didekap hangat oleh Sang Kuasa. Meninggalkan penyesalan pada orang-orang yang menangisinya diluar ruangan IGD Rumah Sakit.

Terutama pada sang Ayah, yang kini telah benar-benar kehilangan cintanya.

Bagaimana? apakah kamu menyukai dengan tulisan artikel Hilva Ifani Sari?
Jika kamu menyukainya, silakan tulis pendapatmu di kolom komentar ya gengs 😊

atau untuk menulis komentar
Sukai Medialova

Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dan sopan. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.
Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM! tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)
Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke teman, sahabat, pacar, keluarga ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn.
Ini adalah artikel dari komunitas Medialova dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya disini.
Penayang artikel dari pengguna Medialova yang diposting di halaman M-story yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Medialova, jika mengambil isi konten dari Medialova, harap mencantumkan sumber konten link website Medialova. Seluruh isi konten Medialova, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) medialova.com.

DISCLAIMER

m e d i a l o va
medialovestory
logo medialova
MODERATOR: Vioza, Agez, Feronica
TEAM EDITOR: Bian, Ayoe, Roys
MediaLova
Rilis 25/07/2020 - v.1.0.8
Iklan
Netflix
Kerjasama

medialova.com[at]gmail.com
Netflix
Author
Hilva Ifani Sari Penulis Terverifikasi Konten Redaksi Medialova
Iklan
Berita
Penyebab Kerutan pada Mata yang Sering Tidak Disadari
Kerutan di sekitar mata memang tidak terlepas dari faktor usia. Namun ada beberapa hal yang membuat kerutan pada mata muncul lebih cepat.
Berita
Cara Mencari Pekerjaan Selama Pandemi
Di tengah pandemi virus corona (Covid-19), kondisi perusahaan memasuki masa genting dan pendapatan berkurang hingga adanya PHK karyawan. Saya akan ajak Anda, Bagaimana Cara Menemukan Pekerjaan Selama Pandemi.
Berita
Mengenal Apa Itu Bisnis Waralaba Atau Franchise, Cara Menjalankan Beserta Contohnya Di Indonesia
Mengenal Apa Itu Bisnis Waralaba, Cara Menjalankan Beserta Contohnya Di Indonesia.punya modal namun tidak punya ide, atau pengen menjalankan bisnis yang sudah terkonsep. Maka waralaba atau franchise bisa menjadi sebuah alternative bisnis yang tepat.
Berita
Bingung Karena Rambut Rontok? Ini tips Mengatasinya
Rambut rontok sangat mengganggu penampilan bukan? Dan bisa jadi ini merupakan pertanda adanya masalah dengan kesehatan kulit kepala dan tubuh secara keseluruhan.
atau untuk menulis komentar

ATURAN KOMENTAR

MOHON UNTUK SELALU MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL YANG VALID ( AKTIF ) AGAR KAMI DAPAT MEMBALAS KOMENTAR SOBAT.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dan sopan. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.

rb1
rb1
Room

rb2
rb2
Premium

SPONSOR
BERITA ACAK
Extraordinary You, Drakor Terbaru Kim Ro Woon dan Kim Hye Yoon
Extraordinary You, Drakor Terbaru Kim Ro Woon dan Kim Hye Yoon...
Festival Film Indonesia (FFI) 2020 Resmi Dimulai Dengan Menebar Hal Baik Perfilman Indonesia
Festival Film Indonesia (FFI)...
4 Manfaat Utama Biasa Memperbanyak Bersyukur Di Pagi Hari
Penting bagi kita untuk membiasakan banyak bersyukur di pagi hari karena akan me...
Tips Jitu, Cara Membuat Wanita Takut Kehilangan Kekasihnya
Tips Jitu Cara Membuat Wanita Takut Kehilangan Kekasihnya...
PENULIS
Admin
memiliki 9 artikel
Bian
memiliki 39 artikel
Arum
memiliki 21 artikel
Erwin
memiliki 17 artikel
Zefta
memiliki 16 artikel
Pluto
memiliki 20 artikel
Bangbang
memiliki 12 artikel
Wulan
memiliki 10 artikel
Irta
memiliki 16 artikel
Nadia
memiliki 10 artikel
Kirana
memiliki 6 artikel
Bimo
memiliki 14 artikel
Lutfie
memiliki 13 artikel
Burhan
memiliki 14 artikel
MasGun
memiliki 10 artikel
Fendy
memiliki 20 artikel
Satrio
memiliki 14 artikel
Sukma
memiliki 7 artikel
Sela
memiliki 9 artikel
Medialova
memiliki 13 artikel
Farida
memiliki 13 artikel
MediaNews
memiliki 15 artikel
Annisa
memiliki 9 artikel
Indah
memiliki 12 artikel
Intermezzo
memiliki 11 artikel
AndreSugara
memiliki 3 artikel
Feronica
memiliki 6 artikel
Ayoe
memiliki 6 artikel
Iqbal
memiliki 10 artikel
Malihah
memiliki 5 artikel
Drakor
memiliki 182 artikel
Fuad
memiliki 6 artikel
Alizen
memiliki 22 artikel
Syamsul
memiliki 9 artikel
Fauzi
memiliki 10 artikel
Oman
memiliki 8 artikel
Bayu
memiliki 7 artikel
Fauzan
memiliki 20 artikel
IqbalFauzi
memiliki 18 artikel
Tiara
memiliki 16 artikel
Fitria
memiliki 11 artikel
Staff
memiliki 8 artikel
Gabrielle
memiliki 8 artikel
Roby
memiliki 4 artikel
BeritaPolri
memiliki 9 artikel
Panestika
memiliki 3 artikel
Anggi
memiliki 7 artikel
Maulida
memiliki 121 artikel
Saktiprayoga
memiliki 209 artikel
Janeta
memiliki 8 artikel
Fanisari07
memiliki 32 artikel
Nabila
memiliki 21 artikel
Yudi1998
memiliki 51 artikel
HengkiSEO
memiliki 19 artikel
Destria
memiliki 4 artikel
wi
Widaulfatum
memiliki 3 artikel
Anisaa
memiliki 44 artikel
rb2 rb3