Jul 07, 2020 - 04:32
pb1
post image

Cara Membuat Film Pendek Semakin Sinematik (Tips Membuat Video Cinematic)

Pada kesempatan ini. saya akan coba sedikit berbagi tips dan trik. Lalu apa yang akan saya bagikan kali in? OK, sekarang saya akan ajak sahabt-sahabat melovers, untuk belajar cara membuat Video Cinematic.

Yuk simak dibawah ini.

Bagaimana cara membuat video cinematic? Bagaimana cara agar film pendekmu terasa sinematik? Sebelum kita membahas lebih jauh, kita perlu membahas sedikit tentang arti cinematik / sinematik. Perkembangan kamera digital dalam beberapa tahun belakangan mempunyai karakteristik tersendiri.

Karakter tersebut tak jarang terasa sangat ‘video’ dan kurang filmis. Video yang sinematik terasa seperti film, walaupun diambil dengan kamera digital. Sederhananya, tentu kamu bisa merasakan perbedaan menonton video reportase berita dengan film-film yang kamu tonton di bioskop bukan?

Perlu upaya lebih untuk membuat video terasa lebih sinematik. Perencanaan, komposisi, hingga hal teknis lainnya menentukan ‘rasa’ yang disajikan setiap gambar. Tentu saja pengalaman dan kamera yang digunakan menentukan hasil akhir. Tetapi, bukan berarti kamu tidak bisa membuat gambar cantik, filmis, dan sinematik dengan budget seadanya. Kami ingin berbagi tips cara membuat video cinematic. Berikut tipsnya:

Rencanakan!

Bagian yang cukup sering diabaikan. Di lokasi / lapangan, kalian akan diburu oleh banyak sekali hal yang akan menganggu konsentrasi. Mulailah dengan merencanakan shot. Buatlah floor plan, dokumen perencanaan letak kamera. Mumpung kepala masih segar, buatlah daftar shot-shot yang kalian perlukan untuk merangkai cerita.

Aspect Ratio!

Aspect ratio standar kamera digital adalah 16:9. Artinya perbandingan panjang dan lebar gambar anda adalah 16:9. Standar ratio yang dipakai oleh industri film adalah 2.35:1 dan 1.85:1. Artinya gambar yang dihasilkan gambar yang dihasilkan terasa lebih panjang. Bagaimana cara mengubah aspect ratio? Kamu bisa melakukannya dengan menambah cinema bar di timeline software editing anda. Seperti apa itu cinema bar? Silahkan unduh contohnya disini.



Lensa Prime

Lensa merupakan faktor kunci dari gambar-gambar yang dihasilkan. Video akan terlihat semakin filmis dan sinematik jika memilih lensa dengan baik. Kebanyakan film diambil dengan lensa prime. Apa itu lensa prime? Lensa prime adalah lensa fix dengan focal lenght 35mm, 50mm, 85mm, 135mm. Gunakan lensa-lensa ini daripada lensa zoom seperti 24-70mm, 24-105mm, dll. Lensa prime bisa berharga luar biasa mahal, tapi juga banyak yang kualitasnya baik dan harganya terjangkau. Lensa prime selalu menjadi investasi yang esensial.

Ruang Tajam

Kebanyakan kamera video digital selalu menggunakan bukaan sempit, mulai dari f/8.0, f/11.0, dst. Akibatnya gambar terasa tidak tajam karena ruang tajam (depth of field) sangat lebar. Coba gunakan bukaan-bukaan lebar seperti f/2.8, f/3.5, atau f/5.6. Bukaan sempit maka akan menghasilkan ruang tajam yang lebih sempit. Alhasil gambar yang dihasilkan akan tajam di subjek, namun akan mendapatkan blur yang asik di foreground dan background.

Gunakan 24 FPS

Settingan default kamera digital kebanyakan menggunakan frame rate 30fps, atau 60fps. Artinya gambar yang dihasilkan setiap detik adalah 30 gambar atau 60 gambar. Sementara itu, kamera frame rate kamera film adalah 24fps. Beberapa kamera digital kini telah memiliki fitur frame rate 24fps. Gunakan frame rate tersebut jika kamu ingin mendapatkan feel sinematik.



Perhatikan Komposisi

Komposisi memang membutuhkan latihan. Tetapi kamu tak akan bergerak jika tidak mencoba. Jika kamu ingin gambar videomu sinematik, penting untuk memperhatikan kompisisi gambar. Komposisi merupakan faktor kunci gambar yang dihasilkan. Kamu bisa menggunakan kamera paling canggih di dunia, dengan peralatan lampu paling mutakhir, namun jika kamu tak bisa mengatur kompisisi yang baik saat pengambilan gambar, maka percuma.

Koreksi Warna

Setelah mengambil gambar di lokasi, proses belum selesai. Proses post-production yang baik juga menentukan hasil akhir. Teknologi digital membuat proses pewarnaan gambar atau coloring semakin mudah. Di software editingmu, aplikasikan LUT (look up table) ke footage-footage yang akan anda rekam. LUT akan membuat gambar anda semakin sinematik.

Begitulah kira-kira tips cara membuat video cinematic dari kami. Bagaimana pendapatmu? Apakah kalian punya ide-ide atau pengalaman lain? Silahkan tulis di kolom komentar ya.

Suka dengan artikel ini ? Tulis pendapatmu di kolom komentar ya :)

Sukai Medialova

Apa Reaksimu?

{{ postReactions[reaction] }}
{{ reaction }}
atau untuk menulis komentar

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.*
Silahkan tulis komentar Anda sesuai dengan topik halaman berita ini. Komentar yang berisi SPAM! tidak akan ditampilkan sebelum disetujui oleh team kami. (berkomentarlah dengan baik dan sopan)
Jika Anda merasa bahwa Artikel ini bermanfaat, Anda bisa membagikannya ke keluarga, sahabat, teman, pacar atau bisa juga kalian share ke Facebook, Twitter, WhatsApp, Pinterest & LinkedIn.
Ini adalah artikel dari komunitas Medialova dan telah disunting sesuai standar penulisan kami. Andapun bisa membuatnya disini.
Penayang artikel dari pengguna Medialova yang diposting di halaman M-story yang berbasis user generate content (UGC). Semua isi tulisan dan konten di dalamnya sepenuhnya menjadi tanggung jawab penulis atau pengguna.
Seluruh isi konten adalah sepenuhnya hak milik Medialova, jika mengambil isi konten dari Medialova, harap mencantumkan sumber konten link website Medialova. Seluruh isi konten Medialova, mengandung hak cipta yang diterbitkan oleh para penulis (kontributor) medialova.com.

DISCLAIMER

MODERATOR: Vioza, Agez, Feronica
TEAM EDITOR: Bian, Ayoe, Roys
MediaLova
Rilis 25/07/2020 - v.1.0.8
Iklan
Kerjasama

medialova.com[at]gmail.com
Administrator
Bian Penulis Terverifikasi Konten Redaksi Medialova
Bian Dinnurjand CEO Founder at Medialova Production.

Penulis adalah aktivis sastra teater. Selain aktif di dunia bisnis, juga punya hoby tulis menulis.

Artikel yang kami muat ini mungkin bisa membatu Sobat lebih paham tentang masalah Investasi, merencanakan keuangan dan membantu Sobat untuk memulai bisnis baru. ~Salam Trader Indonesia~.
Iklan
Berita
Medialova, Peran Media Sosial Sebagai Sumber Berita
Ketahui peran penting sumber berita Medialova.
Berita
Medialova Menjadi Warna Baru Media di Indonesia
Platform Media Indonesia
Berita
Cara Mudah Diterima Google Adsense 100% Berhasil
Yuk ikuti cara mudah mendaftarkan google adsense (Cara Mudah Diterima Google Adsense 100%) Cara Mudah Diterima Google Adsense Terbaru.
Berita
Cara Install Composer Di Windows 10
Berikut Cara Install Composer Di Windows 10.
atau untuk menulis komentar

ATURAN KOMENTAR

MOHON UNTUK SELALU MENGGUNAKAN ALAMAT EMAIL YANG VALID ( AKTIF ) AGAR KAMI DAPAT MEMBALAS KOMENTAR SOBAT.

Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu. Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.*

rb1
LiveChat

Sponsor
Sponsor
Sponsor
Iklan
Iklan

SPONSOR
BERITA ACAK
Ji Chang Wook dan Kim Yoo Jung Ungkap Alasan Bintangi Drama “Backstreet Rookie”
Drama “Backstreet Rookie”...
Dennis Villeneuve Kembali Jalani Shooting Untuk Film “Dune”
Dennis Villeneuve - Film Dune...
Festival Film Indonesia (FFI) 2020 Resmi Dimulai Dengan Menebar Hal Baik Perfilman Indonesia
Festival Film Indonesia (FFI)...
Welcome 2 Life, Drakor Baru yang Dibintangi Rain dan Im Ji Yun
Welcome 2 Life, Drakor Baru yang Dibintangi Rain dan Im Ji Yun...
rb2 rb3